Sabtu, 17 November 2012

intermezzo lho.............

Satuan Kerja atau satker di lingkungan Mabes adalah Dinas yang dipimpin oleh Kepala Dinas, nah dari beberapa kedinasan ada yang agak unik bahkan mungkin masyarakat awampun mengira demikian hehehe......... kedinasan yang dimaksud yaitu:
1. DISKUMAL, masa sih ngurusin orang orang yang kumal.
2. DISKESAL, masa sih ngurusin orang orang yang kesal.
3. DISPSIAL, masa sih ngurusin orang orang yang sial.
kenapa bisa seperti itu?
Menurut saya ada kesalahan dalam penyingkatan, dimana singkatan TNI AL hanya ditulis AL, jadi untuk itu seyogyanya ditulis DISKUM TNI AL, DISKES TNI AL, DISPSI TNI AL.

Senin, 12 November 2012

Istilah bahasa asing yang sering kami gunakan

ad hock : contoh, Kapal ikan yang tertangkap oleh patroli TNI AL selanjutnya di ad hock ke pangkalan terdekat. Maksudnya disini setelah ditangkap dan diperiksa dan didapat pelanggaran maka kapal ikan tersebut diambil surat suratnya oleh kapal patroli TNI AL selanjutnya kapal ikan tersebut berangkat ke pangkalan TNI AL terdekat untuk menyelesaikan pelanggarannya, sedangkan kapal patroli TNI AL melanjutkan tugasnya di laut.

bowdoor rampha : Ada di Kapal Jenis LST yaitu Pintu dan Jembatan tepat berada di haluan kapal yang berfungsi untuk muat pasukan dan kendaraan perang dengan posisi sandar haluan atau Beaching di pantai.
Beaching : Memantai, istilah ini bisa dilakukan oleh kapal jenis LST dimana haluan kapal merapat ke pantai dan Bowdor rampa terbuka.
blackkout : Listrik padam, Generator listrik di kapal mati/rusak maka gelap gulita di dalam kapal apalagi kalau malam hari.
dispersi : Perpindahan Organisasi Kapal perang dari suatu Armada ke armada lainnya berikut personelnya.
dirigir : istilah ini berarti memerintahkan Kapal perang untuk bergerak kembali ke Pangkalannya (persiapan perbaikan/atau akan mendapat tugas lain).
debarkasi : penurunan/pengeluaran barang/personel dari kapal ke luar kapal/darat.
disposed : penghapusan, disposed KRI yang sudah selesainya bertugas di TNI AL.
embarkasi : Masuk/memuat personel/materil ke dalam KRI.
guide : mengawal/memandu. contohnya KRI melaksanakan Guide terhadap kapal perang asing yang memasuki perairan Indonesia,.
hell week : minggu neraka, orientasi yang sangat berat bagi personel pasukan khusus dalam pendidikan awal.
joy sailing : layar gembira, KRI berlayar dengan membawa personel sipil atau anak sekolah sambil mengenalkan Kapalnya.
long week end : Libur panjang, bagi siswa dalam pendidikan atau bujangan yang masih tidur di mess bisa pesiar dan menginap diluar (IB=Ijin bermalam istilah TNI AD).
Lounge room : kadang dibaca long room, adalah ruang untuk rekreasi/bersantai atau juga ruang makan di KRI atau di kesatrian TNI AL.

merplough : Personel dari darat/pangkalan yang membantu menerima tali dari kapal yang akan bersandar di dermaga.
meloppen(menlopen) :pejabat baru belajar untuk tugasnya yang akan datang sebelum Serah terima tugas dari pejabat lama .

open ships : Kapal perang terbuka untuk dikunjungi oleh masyarakat.
overstee : Pangkat Letnan kolonel sering dipanggil dgn istilah ini.
opseten : tradisi serah terima jabatan penjagaan pada malam hari pada pukul 20.00 dari bintara jaga petang hari ke bintara jaga malam hari ditutup denganpukulan lonceng sebanyak 8 kali.
overhaul/General overhaul : Perbaikan total sebuah KRI.

pavoisern : Tradisi Di dalam kemaritiman/TNI AL dimana kibaran bendera hias tergantung dari ujung haluan kapal sampai dengan buritan menggunakan bendera isyarat
voordebug : Tradisi kenaikan pangkat dalam lingkungan TNI AL, biasanya untuk tamtama yang naik pangkat menjadi kopral dengan menggunakan seragam putih putih diceburkan ke laut, tapi demi kebersamaan sekarang malah semua yang naik pangkat diceburkan ke laut juga. untuk kesatuan di darat biasanya disiram air, kalau perlu disiram pakai mobil pemadam.
bersambung

Minggu, 11 November 2012

tiket beli terus

Sebagai prajurit yang bertugas di Ibukota, tidak semua bisa tinggal di Jakarta.Tapi masih banyak yang tinggal di luar kota (bahkan luar provinsi), banyak alasan untuk tetap tinggal di daerah, yaitu :
1. Tidak punya rumah di jakarta
2. kehidupan di Jakarta lebih mahal
3. tidak sanggup membayar kontrakan yang juga mahal
4. Rumah dinas tidak cukup buat semua prajurit.Bahkan banyak rumah dinas masih ditempati purnawirawan, kalaupun bisa dioper/ditempati harus mengganti biaya perawatan seharga rumah baru (80-120 juta rupiah).
5. Istri tidak mau ikut ke jakarta.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan biologis tentu saja mereka harus bisa pulang ke rumahnya, seminggu sekali, dua minggu sekali bahkan ada yang sebulan sekali, kalau setahun sekali kayaknya keburu jadi batu dehhh............ Sebelumnya tinggal di luar kota tidaklah terlalu jadi masalah bagi prajurit yang menggunakan sarana kereta api, karena saat itu peraturan belum seketat sekarang sehingga dengan uang yang terbatas masih bisa naik kereta api hanya dengan memberi uang sekedarnya kepada kondektur kereta.
Tetapi sekarang peraturan yang sangat ketat, semua prajurit yang akan menggunakan sarana kereta api harus memiliki tiket, karena mereka juga punya alasan kuat bahwa tiket kereta untuk anggota TNI sudah mendapat diskon yaitu untuk kereta ekonomi/bisnis 50% sedangkan kereta eksekutif 25%. Akhirnya seperti gambar diatas, seorang rekan saya yang menjadwalkan kepulangannya setiap minggu dengan memesan tiket pp, jumat berangkat ke kampung halaman, dan Minggu kembali ke Jakarta. seterusnya sampai bosen kali ya...........

Jumat, 09 November 2012

lama gak nulis lagi

sudah lama saya gak nulis lagi, bahkan ternyata ada yang baca blog saya meminta untuk menulis tentang kowal. waduh maaf yah, saya baru lihat hari ini padahal komennya sudah setahun lalu. oke deh saya akan mulai nulis lagi tentang kehidupan tentara dibalik layar, juga mungkin permintaan cerita tentang kowal juga boleh. sebenarnya ide untuk nulis ada, cuma kemarin kemarin ini saya masih off karena : - belum punya waktu untuk menulis -lagi kecanduan facebook -lagi kecanduan pokernya facebook sekian dulu,besok saya mulai bikin cerita/kisah dibalik hidup prajurit.

Senin, 12 September 2011

Naik kereta api setengah harga tapi setengah mati

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/08/27/14321799/Inilah.Kronologi.Kasus.Pembajakan.KA.Gajayana

Sudah tahukah siapa pelaku diatas? pelakunya ternyata seorang oknum TNI yang entah karena stress atau ada hal lain, yang aqkibatnya akan sangat merugikan bagi rekan rekan TNI yang biasa dan sering naik kereta api.
Banyak rekan kami yang masih tinggal di luar Jakarta seperti Semarang, Jogja, Pemalang, Gombong, Cirebon karena mereka tidak memiliki rumah di Jakarta. Yang tentu saja setiap minggu pulang ke rumahnya dan kembali berangkat ke jakarta untuk berdinas dengan menggunakan sarana kereta api.
Nah, akibat dari kejadian diatas banyak reekan kami yang kesulitan untuk mendapatkan tiket(harga TNI),selalu dikatakan habis oleh petugas tiketnya. apalagi naik kereta tanpa tiket, akibatnya harus turun dari kereta.
Padahal sebelumnya pimpinan TNI sudah melobi PT.KAI memberikan tiket TNI dengan harga setengahnya untuk kereta bisnis dan ekonomi.Dan dengan harga setengah tersebut sudah banyak perubahan terhadap kebiasaan anggota TNI yang tadinya tidak mau beli tiket. namun dengan kejadian pembajakan itu, akhirnya petugas tiket memperlakukan TNI dengan warga biasa, beli tiket TNI habis, tapi dengan harga umum baru dilayani......ahh

Senin, 20 Juni 2011

Berlayar

Seorang pelaut entah ia adalah pelaut dari kapal niaga atau juga bisa pelaut angkatan laut yang bertugas di kapal/kapal perang akan dikatakan berlayar bila kapalnya bertugas meninggalkan pelabuhannya.Tugas berlayar bisa saja cuma satu hari, bahkan bisa berbulan bulan atau satu tahun yang besangkutan tidak pulang dan bertemu keluarga.
Cuma pulang berlayar itu bawa uang atau bawa utang, tergantung tugasnya dan yang bersangkutan tidak boros di dalam pelayarannya.
Namun saya hanya menulis karena ada yang mengganjal dengan kata Layar atau berlayar ini, karena kapal sekarang kebanyakan bergerak dengan mesin bukan dengan angin/layar, Kecuali KRI Dewaruci atau kapal Phinisi atau kapal nelayan tradiusionil yang masih setia menggunakan angin.Istilah Berlayar kalaupun diganti dgn kata melaut masih terlihat terbatas artinya daripada berlayar.
Istilah apa yang tepat bagi prajurit angkatan laut yang bertugas dengan kapal perang menuju daerah operasi atau bagi pelaut kapal niaga yang bertugas mengawaki kapalnya untuk sampai tujuan dan kembali Pulang.

Sabtu, 18 Desember 2010

TNI SULIT DAPAT KREDIT

Bagi anda anggota TNI, pernahkah anda kesulitan mendapatkan kredit, entah kredit barang atau kredit motor? Mungkin ada yang pernah dan ada juga yang belum, terutama yang tidak pernah mengajukan kredit.

Para Leasing sebenarnya sudah punya aturan tak tertulis dalam memberikan kredit pada personel tertentu yang tidak dapat disetujui aplikasi permohonan kreditnya, yaitu anggota TNI/Polri, Wartawan, Pengacara dll yang menurut mereka akan mendapatkan kesulitan dikemudian hari bila akan menagih karena terjadi kredit macet. Mereka bilang lebih galak nasabah daripada debt collectornya.

Baru baru ini saya mencoba mengajukan kredit Kulkas seharga cuma 2,5 juta, padahal itu Mall berada di lingkungan komplek TNI, pengajuan kredit saya tetep tidak disetujui tanpa memberikan alasannya. bagi saya sih gak apa apa, karena saya sendiri masih bisa mengajukan kredit dari perusahaan lain yaitu Adira dan ternyata tanpa berbelit sudah disetujui.Karena saya memang sudah menjadi nasabah, atau pernah mengajukan kredit sebelumnya dan lunas, itupun pertama kali mengajukan aplikasi kreditnya dilengkapi dengan bukti pernah menjadi kreditur di tempat lain.

Dengan adanya remunerasi atau tunjangan kinerja bagi anggota TNI/Polri, sebenarnya para leasing yang membatasi nasabah tentunya akan rugi sendiri, karena tentunya akan banyak anggota TNI/Polri mengajukan kredit konsumsi lainnya untuk memenuhi kelengkapan peralatan elektronik/rumah tangga lainnya melalui kredit dan mereka akan mengajukan kredit ke perusahaan leasing yang mau menerima anggota TNI/Polri sebagai nasabahnya.

Para leasing takut memberikan kredit kepada anggota TNI/Polri sebenarnya saat ini sudah bukan alasan lagi, tetapi mereka harus belajar dan tahu tentang peraturan di lingkungan TNI/Polri apabila ada pelanggaran tentunya akan ditindak oleh Polisi Militer/Provost. Nah, untuk itu apabila nasabah dari TNI/Polri yang mengalami macet kredit, mintalah bantuan Polisi Militer/Provost dari satuannya.